Lauda: Tekanan Marchionne sebabkan kesalahan Ferrari

Mei 15 - Niki Lauda telah menyerang tekanan tersebut FerrariPresiden AC Milan, Sergio Marchionne, menempatkan tim Maranello yang sedang goyah.
Menuju ke Barcelona bulat, Ferrari dan kepala Fiat Marchionne mengatakan ia berharap timnya segera mengakhiri paceklik kemenangannya pada tahun 2016.
Namun mobil-mobil merah justru kalah cepat di babak kualifikasi, tidak hanya dari mobil-mobil yang biasanya dominan Mercedes, tetapi juga pengisian daya Red Bulls.
"Fakta bahwa Ferrari sangat jauh tertinggal, sungguh mengejutkan," Lauda, Mercedes'ketua tim tetapi juga mantan Ferrari juara, kata televisi Jerman RTL.
“Masalah dengan Ferrari ialah bahwa mereka berada di bawah tekanan -- semakin Marchionne menyerukan kemenangan, semakin banyak pula orang Italia membuat kesalahan," tambahnya.
Sebastian Vettel, biasanya FerrariPembalap utama, bahkan tertinggal dari rekan setimnya Kimi Raikkonen pada hari Sabtu, tetapi menegaskan tekanan tidak sampai kepada tim.
"Dia (Marchionne) berbicara kepada kami secara internal, bukan hanya apa yang tertulis di surat kabar," kata pelatih asal Jerman itu kepada harian Spanyol Marca. "Jadi ini tidak memengaruhi kami seperti yang Anda kira.
"Besok (Minggu) dia akan datang dan mendoakan kita. Ya, dia presiden kita, tapi dia juga penggemar berat yang ingin Ferrari untuk meraih keberhasilan. Kita semua memiliki tujuan yang ambisius dan tidak memerlukan peringatan apa pun," imbuh Vettel.
Ditanya apakah dia bisa mengatasi tekanan di Ferrari, kata pelatih asal Jerman itu kepada El Pais dari Spanyol: "Saya selalu ditanya tentang tekanan, tapi Red Bull Saya punya Dr. Marko yang bisa sangat menuntut!
"Tekanan yang saya miliki, saya berikan pada diri saya sendiri dan itu jauh lebih besar daripada tekanan apa pun yang datang dari luar. Tidak seorang pun harus memberi tahu saya untuk menang," imbuh Vettel.
Sementara itu, bos Maurizio Arrivabene telah menjadi subjek rumor di Barcelona tetapi dia juga mendukung hak Marchionne untuk menuntut hal itu Ferrari menang.
“Saya akan khawatir jika seorang presiden datang kepada kami dan mengatakan kami harus pergi ke Rusia atau Barcelona dan finis kedua. Saya tidak berpikir Enzo Ferrari "Saya juga pasti akan mengatakan hal-hal seperti itu," katanya kepada Autosprint Italia.
Seperti Lauda, Alain Prost adalah mantan terkenal lainnya Ferrari pengemudi yang mengetahui tekanan mengemudi untuk Scuderia.
“Tidak pernah stabil,” kata pria Prancis yang bekerja sebagai pakar televisi Inggris di Barcelona, mengatakan kepada Telegraph.
"Anda dapat melihatnya hari ini, dengan rumor tentang apa yang sedang terjadi."















3 TERAKHIR F1 KOMENTAR PENGGEMAR

Lalat Shroppy on Laporan Balapan & Hasil Grand Prix F1 Italia 2026jam 6 lalu 
Jere Jyrälä on Laporan Balapan & Hasil Grand Prix F1 Italia 2026jam 8 lalu 
Lalat Shroppy on Alpine kini mengisyaratkan pertarungan lebih lanjut setelah putusan Monaco.jam 12 lalu
Semua F1 Komentar Penggemar